Home > Ilmu Pengetahuan, Teknologi > Penampakan Siluman China Munculkan Kekhawatiran AS

Penampakan Siluman China Munculkan Kekhawatiran AS


Sebuah foto yang dikabarkan adalah sebuah pesawat tempur siluman dan pembawa misil pembunuh telah menimbulkan kekhawatiran bahwa sebuah kemiringan keseimbangan kekuatan militer di Pasifik bagian barat terhadap China kemungkinan datang lebih awal dari yang diperkirakan.

 

Kemunculan persenjataan berteknologi tinggi – yang akan membuat lebih sulit bagi angkatan laut AS dan angkatan udara untuk memproyeksikan kekuatan lebih dekat pada Taiwan dan di garis pantai China lainnya – datang pada saat-saat sensitif secara politik. Akhir bulan ini, Presiden Barack Obama dan Presiden China, Hu Jintao, akan mengadakan sebuah konferensi tingkat tinggi di Washington yang ditujukan untuk menyelesaikan perbedaan mereka setelah satu tahun yang mementingkan persoalan remeh dalam hubungan bilateral.

Foto tersebut, dari apa yang nampak seperti sebuah jet prototipe J-20 sedang melakukan tes di jalur landasan, telah menyebar di internet sejak pekan lalu, mengisi penuh spekulasi bahwa pesawat tempur generasi kelima China kemungkinan terbang medahului ramalan yang ada.

Menteri pertahanan belum berkomentar tentang gambar tersebut, yang nampaknya telah diambil dari jarak jauh di dekat institut desain pesawat udara Chengdu. Fotografer tersebut juga tidak dikenali, yang telah menambahkan misteri tentang asal gambar tersebut dan keasliannya, begitu juga dengan motif dari distributor foto tersebut.

Namun para analis pertahanan percaya bahwa ini adalah pandangan sekilas pertama dari pesawat jet bermesin ganda dan berhidung pahatan tersebut yang mencampur teknologi mesin Rusia dengan sebuah desain badan pesawat yang sama dengan pesawat tempur “siluman” F-22 angkatan udara AS, yang dapat menghindari deteksi oleh radar.

Jika dikonfirmasi, maka pesawat tersebut akan menjadi sebuah langkah ke depan yang mengesankan bagi angkatan udara China, yang sampai saat ini telah secara luas bergantung pada buatan luar negeri atau pesawat-pesawat yang sudah didesain. “Saya akan mengatakan bahwa gambar tersebut, memang, adalah foto dari sebuah prototipe yang akan membuat penerbangan pertamanya sesegera mungkin,” kata Peter Felstead, editor dari mingguan Janes’s Defence Weekly.

Pesawat J-20 tersebut kemungkinan besar bertahun-tahun dari penyebarannya, namun menteri pertahanan AS Robert Gates – yang mengunjungi Beijing pekan depan – kemungkinan harus merevisi sebuah prediksi awal bahwa China tidak akan memiliki sebuah pesawat generasi kelima pada tahun 2020.

Ini bukan hanya sekedar tantangan bagi superioritas AS di kawasan tersebut. China telah memperbarui sebuah pesawat pembawa misil Ukraina dan ingin membangun miliknya sendiri pada tahun 2020.

Sebuah ancaman yang paling dekat ditujukan oleh adaptasi China dari sebuah balistik misil yang berjangkauan menengah – DF-21D – yang menargetkan pesawat pembawa AS. Proyek tersebut juga lebih jauh berkembang dari pada yang sebelumnya diyakini.

Laksamana Robert Willard, komando angkatan laut AS di Pasifik, memperkirakan bulan lalu bahwa senjata tersebut – yang diberi panggilan “carrier killer” (pembawa pembunuh) – telah mencapai “kemampuan operasional awal.” Dihadapkan pada ancaman ini, kelompok tempur AS kemungkinan besar mengambil sebuah posisi yang lebih menarik diri jika ada sebuah kebuntuan terhadap Taiwan dari pada yang mereka lakukan pada tahun 1996, ketika USS Nimitz berlayar melalui selat tersebut.

“Implikasi utama dari China menyebarkan sistem tersebut adalah China tentunya akan membuat angkatan laut AS berhenti sejenak sebelum memutuskan untuk memproyeksikan kekuatan angkatan laut ke dalam kawasan Laut China Selatan selama sebuah masa ketegangan,” kata Felstead.

Namun duta besar China di Inggris, Liu Xiaoming, mengatakan pada Rabu (5/1) waktu setempat bahwa negaranya tidak memiliki ambisi untuk menyaingi kekuatan militer AS di kawasan bagian barat Pasifik.

“Kita tidak melihat diri kita sendiri sebagai saingan bagi AS. Kami percaya bahwa AS dan China dapat bekerja sama di kawasan tersebut,” Liu mengatakan, berpendapat bahwa ada sebuah standar ganda di barat terhadap pengeluaran pertahanan China.

“Ketika China menjalankan sebuah latihan di kawasannya sendiri, ada begitu banyak perhatian, namun ketika AS datang jauh-jauh menyeberangi Pasifik untuk latihan dengan sekutunya, tidak ada satupun yang membicarakan tentang hal tersebut dengan cara yang sama. Ada sebuah perang dingin yang secara mental masih terjadi. Jika Anda mengembangkan kemampuan pertahanan Anda sendiri, mereka (Amerika) merasa terganggu. Namun konstruksi pertahanan kita murni adalah pertahanan diri. Pengeluaran pertahanan China masih paling rendah di antara lima anggota permanen dewan keamanan PBB.”

Perkembangan  militer China mengkhawatirkan banyak di kawasan Asia timur yang telah memanfaatkan selama puluhan tahun dari status quo yang diatur AS. Dalam perjanjian pertahanan terbarunya, Jepang mencatatkan bahwa militer China menghabiskan hampir empat kali lipat selama satu dekade terkahir, sementara pengeluarannya sendiri, Jepang telah menciut 4 persen sehubungan dengan ekonomi yang tersendat.

Para pejabat di Tokyo juga telah menunjukkan kewaspadaan pada pendekaan konfrontasional yang semakin meningkat dari kapal-kapal China di pelayaran yang diperselisihkan. Di Washington, para think tank sayap kanan dan para komentator ingin Obama dan Gates menerapkan tekanan diplomatik pada China untuk menggabungkan kekuatan perjanjian nuklir tingkat menengah ( Intermediate Nuclear Forces – INF) dan menghalangi pembangunan misilnya.

Foto-foto jet J-20 tersebut nampaknya juga menyebabkan seruan untuk mempercepat produksi F-35 – pesawat tempur siluman generasi selanjutnya milik AS – untuk memastikan superioritas udara.

AS masih menjadi kekuatan militer yang paling kuat di Pasifik bagian barat dengan 60.000 pasukan, sebuah pangkalan militer udara di Okinawa dan satu kapal pembawa ditugaskan.

AS juga memperkirakan China pada pertahanannya dengan sebuah rasio enam sampai satu, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm. Bahkan, sementara ekonomi China bertumbuh dengan cepat dan AS masih lesu, rasa takut akan sebuah pergantian dalam keseimbangan kekuatan yang namaknya akan bertumbuh. Pertumbuhan tersebut tidak akan terjadi dalam satu malam dan di seluruh dunia, namun China nampaknya secara seimbang mendorong AS menjauh dari pantainya dalam sebuah strategi yang dikenal sebagai “penolakan daerah”. Pemerintah belum mengkonfirmasi pendekatan tersebut. Nasionalis China ingin negara mereka menjadi lebih asertif, namun mereka mengatakan bahwa prioritasnya adalah untuk mengembangkan pertahanan dari sebuah kawasan pantai yang semakin kaya.

Strategi “penolakan daerah” tersebut dapat dilihat sebagai China berusaha untuk mengatur pasarnya sendiri dan rutenya sendiri menuju rekan-rekan perdagangan utamanya seperti Korea Selatan dan Jepang.

“Kami tidak membutuhkan AS menjadi polisi di daerah Pasifik barat,” kata Song Xiaojun, seorang mantan pejabat angkatan laut yang sekarang menyunting majalah militer.

“Prioritas China adalah untuk mengembangkan pertahanan dekat lautnya, karena ekonomi kami terkonsentrasikan pada pantai. Namun kami harus mempertimbangkan konsep ‘dekat laut’ untuk layak dengan masa modern yang mana ancaman militer dapat datang dari jauh. China harus meningkatkan pertahanannya, namun ini tidak berarti bahwa kami adalah sebuah ancaman. Hanya pedagang senjata akan mengatakan bahwa untuk merayu AS meningkatkan pengeluaran militer AS jauh di depan,” ia mengatakan.

bisa jadi lawan tangguh pesawat AS nih

 

Sumber  :   www.suaramedia.com

 

  1. April 25, 2011 at 12:22 pm

    hehe,, besok ane butan dah gan indonesia..
    byr aman ni negara kita

    • April 25, 2011 at 1:53 pm

      hahahaha….nanti klw udah jadi kasih ke ane y gan 1

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: