Home > Kesehatan > Nutrisi Nikmat Peningkat Daya Konsentrasi

Nutrisi Nikmat Peningkat Daya Konsentrasi

December 24, 2010 Leave a comment Go to comments

Bekerja dengan produktif, bebas stres dan menghasilkan prestasi merupakan tujuan setiap pekerja. Sayangnya, untuk mencapainya tidak mudah. Seringkali kita kehilangan konsentrasi karena harus mengerjakan setumpuk pekerjaan dalam tenggat waktu yang ketat. Untung ada cara sederhana untuk mengatasinya.

Pernahkah Anda merasa mudah mengantuk sehingga tidak bisa berkonsentrasi di kantor atau sekolah? Jika iya, Anda mungkin memerlukan nutrisi sehat yang bisa meningkatkan konsentrasi.

Makanan yang tinggi protein dan mengandung nutrisi tertentu dapat membantu Anda berkonsentrasi untuk waktu yang cukup lama. Makan pada saat yang tepat juga dapat membantu Anda tetap produktif.

 

Diberitakan dari Ehow dan Divavillage, berikut nutrisi yang dapat meningkatkan konsentrasi:

1. Roti gandum
Produk gandum utuh seperti sereal, kerupuk gandum atau roti gandum merupakan sumber utama karbohidrat yang sehat dan juga dapat meningkatkan konsentrasi di pagi dan siang hari. Orang yang makan sarapan sehat seperti gandum utuh dapat berkonsentrasi, waspada dan juga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dengan lebih baik.

2. Ubi jalar
Makanan lain yang kaya karbohidrat dan antioksidan adalah ubi jalar. Ubi jalar mengandung dosis karbohidrat yang sehat tanpa menyebabkan lonjakan gula. Aliran energi ini dapat membantu Anda tetap fokus selama berjam-jam dan juga akan menjaga kadar energi.

3. Bayam
Kaya akan antioksidan, mineral dan zat besi, menjadikan bayam salah satu sayuran yang ampuh untuk meningkatkan konsentrasi. Anda bisa makan bayam di hampir setiap jam makan, misalnya mencampur bayam ke dalam omelet atau sandwich di pagi hari dan menjadikannya sayur bening pada waktu makan siang atau malam hari.

4. Telur
Sarapan telur akan membuat Anda mengawali hari dengan baik. Kandungan kolin dan nutrisi lain yang terkandung di dalam telur dapat meningkatkan fungsi otak. Makan telur secara teratur juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif.

5. Ikan tuna dan salmon
Lemak ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 dan memainkan peran penting dalam fungsi kognitif. Makan makanan tinggi omega-3 akan membuat Anda tetap fokus dan melindungi otak melawan penyakit degeneratif seperti Alzheimer.

6. Kacang merah
Vitamin B thiamin pada kacang merah dapat mengurangi gejala depresi, gangguan suasana hati dan juga mempertahankan fungsi kognitif yang prima. Tambahkan kacang merah sebagai salad di sore hari untuk memuat nutrisi dan serat di sore yang produktif. Anda juga dapat menikmati kacang merah untuk makan malam untuk meningkatkan kerja otak di keesokan harinya.

Penelitian menunjukkan, konsumsi secangkir teh efektif untuk mengingkatkan kemampuan kognitif dan konsentrasi. Kedua hal itu terutama karena kombinasi kandungan kafein dan L-theanin dalam teh. Kafein, menurut Suzanne Einother, akan membuat kita lebih sigap, lebih terfokus dan memudahkan kita melewati hari yang penuh tantangan.

“Secara tradisi teh dihubungkan dengan kejernihan mental. Setelah diteliti diketahui bahwa kafein dan L-theanin yang juga punya efek meningkatkan aktivitas otak, yang membuat peminum teh lebih mudah berkonsentrasi dan fokus,” papar Einother, peneliti dari Unilever Research & Development Vlaradingen, Belanda, dalam jumpa pers mengenai teh di Jakarta.

Sebuah studi menunjukkan, para partisipan studi yang diberi minuman teh mengandung kafein dan L-theanin mampu mengerjakan soal-soal yang membutuhkan konsentrasi secara lebih baik dibanding dengan partisipan yang meminum teh yang tidak mengandung apa-apa. Selain itu, para partisipan tersebut juga mampu lebih fokus meskipun mendapat gangguan pengalih perhatian dari sekitarnya.

Jadi, kalau ingin lebih berkonsentrasi, seduhlah secangkir teh hijau atau teh hitam. Anda pun bisa mengganti kopi kegemaran Anda dengan teh karena kandungan kafeinnya lebih sedikit. Kandungan kafein dalam secangkir kopi mencapai 100 mg, sedangkan teh hanya 52 mg.

 

Sumber : www.suaramedia.com

 

Categories: Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: