Home > Kesehatan > Junk Food Sebabkan Stress Dan “Bad Mood”?

Junk Food Sebabkan Stress Dan “Bad Mood”?


Mudah-mudahan Anda tidak stres jika membaca artikel ini. Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang sudah diproses akan mengakibatkan depresi dan kecemasan.

Kebanyakan makanan yang enak-enak tergolong makanan tidak sehat, contohnya yaitu junk food. Makanan yang identik dengan lemak tinggi, manis-manis dan sedikit nutrisi itu kini diketahui merupakan salah satu penyebab stres dan depresi.

Fakta ini diperoleh dari hasil penelitian tim dari University of Melbourne, Australia. Mereka mensurvei 1.046 perempuan usia 20-93 tahun secara acak, selama lebih dari 10 tahun. Mereka lantas membuat suatu evaluasi psikiatri dan menilai pola makan wanita secara teratur. Dari situ didapati bahwa wanita yang menerapkan pola makan ala barat -seperti burger, pizza, roti putih, keripik kentang, dan minuman yang tinggi kadar gulanya- lebih cenderung mengalami mood disorder ketimbang mereka yang menerapkan pola makan Australia, yaitu sayuran, buah-buahan, daging merah, ikan, dan gandum utuh.

Kemungkinan ini tetap berlaku, terlepas dari usia wanita, berat badan, status ekonomi dan sosial, pendidikan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan minum-minuman keras. Hal ini tentu mengejutkan, karena faktor-faktor tersebut biasanya saling berkaitan. Misalnya, orang yang menerapkan pola makan yang buruk, berat badannya terus bertambah, dan hal ini menyebabkan depresi. Atau, orang yang sedang depresi bisa melarikan diri ke makanan, dan hal ini bisa membuat berat badan naik. Mengapa hanya karena mengonsumsi junk food lalu jadi depresi?

Sayangnya, tim peneliti hanya menyimpulkan bahwa pembalikan penyebab tidak dapat dijadikan perkecualian oleh studi mereka. Namun terlihat bukti-bukti kuat bahwa pola makan dan kesehatan mental memang saling terkait. Dan hal ini memang cukup mengkhawatirkan.

Studi terkini yang dimuat dalam The British Journal of Psychiatry menyebutkan bahwa makan junk food akan membuat seseorang depresi. Para pakar epidemiologi Inggris dan Perancis menganalisis makanan dan mood 3.486 partisipan pria dan wanita.

Setiap partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang menanyakan seberapa sering mereka mengonsumsi beberapa jenis makanan selama beberapa tahun terakhir. Kategori makanan terdiri dari dua jenis, yakni kategori makanan alami (buah-buahan, sayur, ikan, dan lainnya) serta kategori makanan hasil proses (cokelat, makanan manis dan penuh gula, makanan digoreng, daging olahan dan lainnya).

Lima tahun kemudian, partisipan tersebut diberi kuesioner lagi untuk mengetahui tingkat depresi dan gejala-gejala yang berhubungan dengan stres. Beberapa variabel seperti umur, jenis kelamin, dan pola hidup lainnya seperti kebiasaan merokok atau aktivitas fisik sudah diperhitungkan.

“Hasil yang kami temukan adalah, terdapat hubungan yang erat antara jenis makanan dengan gejala depresi. Partisipan yang sering mengonsumsi makanan olahan atau makanan junk food cenderung mengalami gejala stres dan depresi dibanding partisipan yang mengonsumsi makanan alami,” kata Tasnime Akbaraly, seorang peneliti seperti diberitakan dari Newyorkdalynews.

Terlepas dari semua faktor kesehatan lainnya seperti merokok, olahraga atau berat badan seseorang, makanan junk food atau makanan olahan terbukti berkaitan dengan gejala depresi. Untuk itu, bila seseorang ingin menghindari depresi atau gejala bad mood lainnya, sebaiknya jangan coba-coba mengonsumsi jenis makanan tersebut.

“Yang terjadi sekarang justru sebaliknya. Ketika seseorang sedang bad mood atau dalam masalah, ia cenderung mengonsumsi semua jenis makanan yang enak-enak. Dan kebanyakan makanan yang enak-enak itu adalah makanan yang berlemak, manis-manis dan bersodium tinggi seperti makanan-makanan junk food,” ujar Akbaraly dari National Institute of Health and Medical Research, Montpellier, Perancis.

Dengan mengurangi konsumsi daging olahan, makanan-makanan yang digoreng, manis-manis dan tinggi lemak, dijamin risiko depresi bisa berkurang. Sebaliknya, perbanyaklah makan buah-buahan dan sayuran tiap harinya.

“Pastikan sayur dan buah masuk dalam menu makanan sehari-hari, dan rasakan perbedaan mood yang dirasakan dibanding saat makan junk food,” kata Akbaraly.

Menurut National Institute of Mental Health, lebih dari 26 persen orang Amerika berusia di atas 18 tahun (atau 1 dari 4 orang) mengalami mood disorder seperti depresi dan kecemasan. Depresi juga terlihat lebih banyak dialami wanita daripada pria. Mungkinkah karena lebih banyak wanita yang melarikan diri ke makanan saat sedang stres?

sumber :  www.suaramedia.com

Categories: Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: